Nyonya Situmorang
  • Home
  • About Me
  • Contents
    • Parenting
    • Journaling
    • Books
    • Review

credit : www.canva.com

My busy day is not my productive day. If someone ask me what productive day is, I will describe that my activities in a day is well arranged. It is not only well arranged, but also well done. I schedule out my to-do lists everyday and there are not many skipped lists. Actually, I have been using bullet journal to set up my daily schedule to be more a productive person, but I have big problem with scrolling social media and other wasting activities. These activities make me wasting time in not good way and I don’t like it so much. So, I have found my strong why being a productive person. I want to be mindful person in all my day so that my 24 hours is very useful.

Being mindful person in all day is not easy, I must found my own habits and strategies to become a more productive person. I have an ideal figure as a productive person. She is Sri Mulyani, our current Minister of Finance. I have thought that her good career is caused by her time management. She is so inspiring me as a wife, a mom, and a worker. I say it, balance life, and I set balance life as my goal life.

I said I use bullet journal to schedule out my daily activities, but I haven’t been using it well. I know when my to-do lists in bullet journal is well done in enough time, I can achieve my goal life. Although, my schedule is listed, it must be flexible.  Beside that, I have some strategies that I read from some articles, like wake up early morning at 5 a.m, create morning routine (praying and workout), and start my priorities. I am new mom with my 4 months old baby, but I want to be active as wife, mom, worker, and social woman. Now, I am learning to manage my time in doing activites and taking rest.

Being active in all roles make me get much brain dump. Is it my time to take it slow? I don’t know, I have been learning about it. I hope I found it fast so that I can be more productive. The other challenge for me is my mobile phone. I have been addicted to scroll my social media. Keep away my mobile phone and keep silent or switch off mobile phone can be solutions. I have to solve my challenging to get my balance life. Keep fighting, Lusi, mamak Toba!!! 

Semoga ini benar ya sayang...
Kerinduan kita akan 2 tahun ini
Semoga kalau ke obgyn hasilnya emang positif, Sayang..

Begitulah isi whatsappku pagi itu ke suami.
Membuka aktivitas di hari itu tanggal 15 Juni 2020, aku memberanikan diri untuk melakukan testpack setelah aku merasa mensku datang sangat telat. Memang sih jadwal mensku dan jangka waktunya tidak teratur tiap bulan, sehingga aku terbiasa menunggu. Tapi, semenjak memakai aplikasi kalender menstruasi dengan menginput rentang waktu yang tidak teratur, biasanya sih jadwal menstruasi tidak melesat. Seharusnya aku mendapatkan mens diperkirakan tanggal 9 Juni 2020, dan pagi itu aku mengecek apakah ada darah yang keluar (walau aku berharap aku tidak mens di bulan tersebut). 

Pengalaman hampir dua tahun membuatku tidak ingin memupuk rasa harapku yang lebih. Biasanya aku tidak mengabari suami kalau mens telat karena sudah biasa, tapi di tanggal 13 Juni 2020 saat kami sedang melakukan video call (yang menjadi rutinitas LDM) aku bilang padanya kalau aku sudah telat hampir seminggu dan tidak berani test pack. 
Jawaban suami saat itu menurutku sangat berbeda dari biasanya, 
"Cobalah beli alatnya, apapun hasilnya yang penting kita tahu." 
Kira-kira seperti itulah yang disampaikan suami, dan esok harinya pun suami juga tanya apakah aku sudah melakukan test. 

Akhirnya aku memberanikan membeli 2 merk test pack. Jujur aku tidak tahu kapan terakhir kali aku pakai test pack. Pagi itu aku terbangun sekitar pukul 4 kurang karena mau buang air kecil, dan aku teringat untuk test pack. Walaupun dengan hati yang masih 50:50 untuk test, aku berhasil menampung urine. Sebelum mencelupkan alatnya, aku berdoa terlebih dahulu meminta keikhlasan untuk hasil test pagi itu. Jantungku rasanya ga karuan dan tanganku bergetar saat mencelupkan alat tersebut, tapi kali ini aku benar-benar memperhatikan air naik ke test pack tersebut hingga terbentuk dua garis merah. 

Ya, aku melihat dua garis merah tersebut. Jantungku semakin berdetak tak tentu karena perasaan takjub yang sulit tergambarkan. Sekali lagi aku test dengan menggunakan merk yang lain, dan benar.

Ternyata dua garis merah memang berada di test pack itu.

Masih jam 4 lewat dikit, walaupun melakukan video call ke suami pasti sia-sia, aku tetap video call dan memang tidak ada jawaban dari seberang pulau. Akhirnya aku WA saja menyampaikan kabar tersebut. Kabar bahagia bagi kami menjelang ulang tahun kedua pernikahan kami di tanggal 23 Juni 2020.

Begitulah awal mula saat bagaimana pertama kali mengetahui aku hamil. Tuhan selalu memberikan kado terindah-Nya pada waktu yang tepat. Saat kita telah berserah diri, saat itu Tuhan memberikan jawaban-Nya.

Semoga kehamilanku hingga proses persalinan nantinya berjalan dengan lancar dan mudah. 


Judul Buku : Dr. Montessori's Own Handbook
Penulis : Maria Montessori
Penerbit : Bentang
Didistribusikan oleh : Mizan Media Utama
Tahun Terbit : Februari 2020
Tebal : XIII + 144 halaman, 20,8 cm
ISBN : 978-602-291-667-3

Di masa kehamilan pertamaku, selain persiapan kehamilan (saya menginginkan persalinan gentle birth minim trauma dengan persalinan pervaginam dengan perinium utuh tanpa robekan. Semoga Tuhan berkehendak) saya juga mempersiapkan diri dengan ilmu parenting dalam mendidik anak di era digital dan global ini.
Awalnya saya mengetahui tentang read aloud kepada anak sebagai salah satu metode untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak dan perkembangan karakter anak karena buku-buku yang akan dibacakan penuh dengan nilai moral kehidupan. (Mungkin nanti akan saya cerita khusus tentang read aloud ini setelah saya mengikuti kegiatan ToT bersama Bu Roosie). Dari beberapa penggerak read aloud di Indonesia saya menemukan metode parenting ala Montessori, biasanya disebut montessorian. Apakah ini?
Untuk mengetahui tentang metode montessori ini, saya membeli buku hasil karya penemu montessori tersebut karena saya yakin di dalam buku tersebut mengupas tuntas tentang latar belakang Beliau menciptakan metode montessori ini.
Montessori adalah seorang dokter berkebangsaan Italia dan semasa pendidikan dokternya dia melakukan penelitian-penelitian terhadap perkembangan kehidupan anak, hingga terbentuklah metode montessori ini. Montessori menekankan fungsi sensorik dan fungsi motorik yang harus distimulasi terlebih dahulu hingga seorang dapat mengembangkan kemampuan yang lain, seperti kemampuan membaca, menulis dan berhitung dengan lebih mudah.
Kekurangan buku ini karena buku ini hasil terjemahan dalam bahasa Indonesia, jadi terdapat bahasa-bahasa terjemahan yang harus dibaca dengan saksama agar dapat memahami tujuan dari penerjemah.
Namun, secara keseluruhan saya puas akan buku ini. Seperti tujuan Montessori menyusun buku ini yaitu dengan harapan buku ini dapat menjadi pegangan bagi para orangtua dan guru yang ingin membentuk generasi masa depan yang lebih baik. Saya merasa petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam buku ini memberi gagasan pada saya dan membuka pikiran saya akan filosofi Montessori melakukan metode ilmiah tersebut.

Rate : 4,5/5





Waktu Tuhan pasti yang terbaik,

walau kadang tak mudah dimengerti...

Memasuki usia tahun pernikahan ke-2, kehadiran anak yang memenuhi rumah sudah semakin menjadi kerinduan terdalam bagi saya dan suami. Akhirnya tanda-tanda kehamilan itu ada di bulan pernikahan kami, Juni 2020. Sebelumnya saya ingin bercerita tentang masa penantian kami selama dua tahun ini.

Pada Juli 2019 setelah melewati satu tahun pernikahan, kami  mencoba untuk menjalani program hamil (promil) di Sammarie Wijaya dengan Prof. Jacoeb, tapi dikarenakan adanya SK mutasi pekerjaan saya ke Bengkulu maka  promil ini kami hentikan. Namun, kami tidak mengetahui dengan jelas apakah yang menjadi kendala bagi kami berdua sehingga belum terjadi proses kehamilan alami.

Mengawali Tahun 2020, setelah liburan akhir tahun 2019 di Sumatera Utara, kami memutuskan untuk mencoba melanjutkan promil di RSCM Kencana dengan Prof. Budi Wiweko. Kami sudah berencana menjalani program hamil buatan, seperti inseminasi atau bayi tabung. Promil ini pun tidak berjalan dengan lancar karena terkendala waktu dan jarak antara Jakarta dan Bengkulu.

Pada awal Maret 2020 virus Covid-19 telah memasuki wilayah Indonesia, dan untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 Pemerintah mengeluarkan kebijakan melakukan pekerjaan secara daring dari rumah atau istilahnya Work From Home (WFH). Dengan adanya peraturan WFH saya kembali ke Jakarta pada tanggal 18 Maret 2020, dan hampir 2,5 bulan berada di Jakarta. Salah satu alasan juga mengapa promil di RSCM Kencana tidak dilanjutkan karena merebaknya virus Covid-19 yang sebisa mungkin kami menghindari rumah sakit. Di 2,5 bulan masa pandemi, kami tidak sepenuhnya menajalankan program hamil secara alami, tapi setidaknya saya masih berkutat dengan olahraga di rumah dan masak menu makanan tiap hari biar lebih hygienis. Hal ini untuk menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari virus Covid-19.

Hingga tanggal 1 Juni saya kembali bertugas ke Bengkulu. Apa yang saya rasakan? Saya belum merasakan apapun, tapi buah hati kami sudah memenuhi rahim saya. Bahagia rasanya mengetahui kehamilan ini setelah di bulan-bulan pertama pernikahan selalu kecewa akan garis satu di testpack, namun kali ini senyum merekah menghiasi pagiku di tanggal 15 Juni 2020. Dikarenakan tugas di Bengkulu dan long distance marriage yang kami jalani, saya hanya bisa memberitahu suami melalui texting Whatsapp.

Beberapa hal yang ingin kushare terkait kehamilan alami ini, karena saya menyakini ini adalah berkat Tuhan pada waktu-Nya yang tepat dan juga doa-doa dari orang yang begitu mencintaiku.

1. Doa Novena Tiga Kali Salam Maria

Buku doa sejak kuliah

Bulan April ketika WFH saya menyampaikan kepada suami bahwa saya akan berdoa Novena dengan intensi doa saya hamil. "Lakukanlah," seperti itulah katanya. Bagi saya doa novena ini selalu membawa jawaban doa bagi saya, maka saya menyakini doa novena ini akan menjadi jawaban bagi kehamilan saya juga. Intensi doa novena saya, yaitu sidang skripsi dan lulus 3,5 tahun, lolos seleksi CPNS BPK RI, jodoh, dan kehamilan. Jadi, buat teman-teman yang percaya akan kehadiran dan pertolongan Bunda Maria bisa mencoba untuk melakukan devosi kepada Bunda Maria. 

2. Berkat dari Keluarga Besar, terlebih Orangtua

Adat Batak Simalungun

Kehadiran anak di keluarga kecil kami ini juga menjadi kerinduan terbesar bagi keluarga. Dulu sebelum menikah, saya memang mengutarakan untuk dipakaikan bulang dan gotong saat sesi pemberian ulos hela (ini digunakan pada pesta pernikahan dengan adat Batak), namun setelah diskusi hal ini tidak jadi direalisasikan. Orangtua saya sepertinya mengingat akan hal ini dan mereka menyampaikan keinginan hatiku ini pada 1 Januari 2020. Besar harapan mereka bahwa ini membuat batin saya menjadi semangat, dan terselip doa untuk mendapatkan keturunan bagi kami.

3. Rezeki Rumah Baru

Syukuran rumah baru

Mei 2020 Tuhan memberikan kami berkat rumah baru untuk kami tempati, setelah melalui pencarian rumah yang layak dan tepat untuk kami huni. Sebenarnya suami saat masih single sudah mempunyai rumah di Depok, tapi kami memilih tinggal di RJA Kalibata dan selanjutnya pindah ke Apartemen Kalibata. Tinggal di apartemen selama WFH memberikan dampak kesehatan mental yang tidak baik buat kami, karena terbatasnya ruang gerak di apartemen. Ada sisi positif Covid-19, yaitu kami berniat untuk membeli rumah yang layak sebagai tempat tinggal keluarga. Kami membuat acara syukuran dan doa bersama dengan Pendeta untuk memberkati rumah kami. Dan, terselip juga doa untuk mendapatkan keturunan bagi keluarga kecil kami dan keluarga bang Gindo dan eda.

Selain hal-hal di atas, seorang sahabatku bernama Sry Sianturi juga bermimpi tentang kehamilanku. Jadi, saya merasa dikelilingi oleh doa dan berkat dari semua orang yang mencintai keluarga kecil kami ini. Terima kasih Tuhan :)

Newer Posts Home

ABOUT ME

Hello saya LUSI, seorang istri dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Memiliki segudang cita-cita, tapi ada satu cita-cita yang harus diwujudkan yaitu MENULIS.

Kalau mau mengenal dunia, MEMBACALAH
Kalau mau dikenal dunia,maka MENULISLAH
--Pramoedya Ananta Toer--

CONTACT ME

POPULAR POSTS

Advertisement

Blog Archive

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  April (1)
      • Diamnya Seorang Ibu
  • ►  2021 (6)
    • ►  November (4)
    • ►  June (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)

© 2021 NYONYA SITUMORANG | Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates