Nyonya Situmorang
  • Home
  • About Me
  • Contents
    • Parenting
    • Journaling
    • Books
    • Review
Setelah minggu lalu mengetahui tipe clutterbug, sudah saatnya untuk persiapan berbenah ala Gemar Rapi. Perlu diketahui bahwa berbenah di sini bukan sekadar decluttering barang-barang, hal utama yang harus di-highlight adalah berbenah ala Gemar Rapi ini merupakan berbenah yang sesuai dengan budaya Indonesia (hal ini telah diulas pada materi Gemar Rapi minggu awal). 
Karena berbenah yang akan dilakukan sesuai dengan budaya Indonesia, diperlukan pemahaman konsep metode berbenah ala Gemar Rapi. Dan, pada postingan kali ini saya akan mencoba untuk menguraikan karakteristik dan pilar-pilar berbenah ala Gemar Rapi.

Karakteristik Metode Gemar Rapi
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa berbenah ala Gemar Rapi bukan hanya decluttering barang, ada karakter khas dari berbenah Gemar Rapi. Gemarian dapat membagi karakteristik metode gemar rapi dalam 5 bagian utama, yaitu:
1. Pemikiran (pembentukan mindset, pendekatan spritual, dan perubahan habit)
2. Pribadi (personalized, potensi individu, ramah anak)
3. Hubungan dengan fisik mental (faktor kesehatan, menghargai perasaan)
4. Security (safety first, aman kondisi, aman perbuatan)
5. Hubungan dengan alam (sustainable, rumah ramah alam, less-waste, tidak konsumtif)

Pilar Metode Gemar Rapi
Memahami karakter berbenah ala Gemar Rapi juga harus diikuti dengan pemahaman pilar-pilar yang menyokongnya. Kita tahu bahwa pilar-pilar ini akan berfungsi untuk semakin mengokohkan pendirian kita untuk tetap berbenah dengan karakter Gemar Rapi. Ada 8 pilar metode Gemar Rapi, yaitu:
1. Setiap barang yang ada di rumah pasti ada pemiliknya, sehingga proses berbenah ala Gemar Rapi dilakukan oleh pemilik barang dengan tujuan bahwa pemilik barang dapat mengelola pikiran terhadap barang yang dibenahi.
2. Gemar Rapi merupakan sebuah proses berpikir sehingga diperlukan penguatan mindset sebagai pondasi awal, terlebih diharapkan gemarian dapat memiliki growth mindset.
3. Berbenah juga membutuhkan suatu sikap perubahan kebiasaan sebagai tujuan, yang akhirnya akan menjadi habit gemarian.
4. Pengurangan barang metode Gemar Rapi harus membedakan makna butuh dan ingin, agar proses memilah bisa berjalan lancar sehingga diperoleh barang yang masih bermanfaat dan memiliki nilai tambah dalam hidup.
5. Setiap orang itu unik, dan berbenah juga dikembalikan kepada setiap orang sehingga harus menyesuaikan kondisi individu agar dapat menjalani dengan enjoy.
6. Rasa sebagai prinsip yang harus dipenuhi, seperti rapi teratur, aman nyaman, sehat bersih, alami dan berkelanjutan. 
7. Memenuhi standar safety dan hygiene, sehingga tidak hanya bersih saja tapi juga higienis.
8. Dan jangan lupakan bahwa bumi sedang dalam keadaan tidak 'oke' dengan sampahnya, jadi pilar yang terakhir adalah tidak mencemari lingkungan.

Demikianlah karakteristik dan pilar berbenah dalam metode Gemar Rapi. Mari memahaminya dan menjadikannya dalam proses berpikir kita, sehingga menjadi mindset.




"Memahami diri sendiri adalah awal dari semua kebijaksanaan"
Aristoteles

Dewasa ini semakin banyak yang mengampanyekan manfaat dari mengenal diri sendiri, karena memang mengenal kepribadian akan membawa kita dalam situasi yang nyaman dalam setiap peran hidup. Kita akan semakin lebih mencintai proses 'hidup' kita dalam situasi nyaman. Begitu pun dengan saat ini, ketika saya akan memulai untuk menggalakkan diri dalam kegiatan berbenah ini (read : menjadi gemarian). Setelah materi perkenalan tentang alasan berbenah, saatnya memasuki step selanjutnya yaitu gemarian diajak untuk mengenali diri terlebih dahulu. Melalui situs web https://clutterbug.me/what-clutterbug-are-you-test, saya mengetahui saya adalah seorang tipe 'bee'. Ya, saya adalah clutterbug bee. Saya akan rela barang-barang kecintaan saya, khususnya perkakas crafting, mendominasi ruang kerja saya. Saya juga tidak rela untuk membuang barang-barang yang mempunyai memori tersendiri bagiku.

Apakah saya si clutterbug bee harus tetap menjunjung perfeksionis dalam berbenah? Berdasarkan hasil test yang saya lakukan, rekomendasi yang diberikan kepada saya adalah mencoba untuk melepaskan kesempurnaan. Bagaimana caranya? Jawabannya ada di materi Gemar Rapi minggu ini, yaitu saya paham musim saya saat ini. Sebagai seorang working mom yang sedang mengambil tugas belajar pendidikan magister, musim saya saat ini adalah musim baby berumur 9 bulan yang suka dengan eksplorasi. Tugas berberes rumah memang saya serahkan kepada pembantu, namun sisi perfeksionisku selalu memanggil untuk memantau apakah rumah memang benar-benar sudah beres dan rapi. :D
Satu lagi yang menjadi kegiatanku saat ini yaitu saya senang bermain dengan perkakas-perkakas crafting.

Apakah cukup dengan memahami musim saya saja? Tentu tidak. Saya harus membangun mindset yang sesuai dengan musim saya saat ini. Ketika anak senang mengeksplorasi saya akan membiarkannya untuk tetap mengeksplorasi dengan membuat daerah bermain. Karena rumah saya kecil, maka saya akan menamakannya dengan play corner. Ini menjadi tempat anak saya untuk bermain, dan apabila dia ingin bermain sensory play yang messy maka saya akan membuat area bermain dalam art mat agar area bermain yang berantakan hanya ada di art mat. Lalu untuk kegiatan crafting-ku, saya meletakkan kembali perkakas setelah selesai menggunakannya. Selain berkaitan dengan musim, saya juga ingin membangun mindset untuk membersihkan kulkas setiap minggu, membersihkan dapur secar deep cleaning setiap minggu.

Bagaimana dengan pengaruh ini semua terhadap prioritas hidup saya? Untuk dapat mengetahui efeknya pada prioritas hidup saya, ada baiknya saya memberi tahu terlebih dahulu apa yang menjadi hal utama dalam hidup saya saat ini, yaitu keluarga sehat dan damai sejahtera. Sepertinya simpel tapi kalau dibreak down akan sangat luas, yaitu suami sehat, anak tumbuh dan berkembang optimal, pekerjaan dan rezeki suami lancar, begitu juga dengan karir saya, studi saya selesai tepat waktu, rumah bersih dan sehat. Amin untuk semua prioritas saya dan prioritas kita semua. Jadi, dengan semakin menggalakkan berbenah dimulai dari diri sendiri dan keluarga, pasti hal ini akan memberikan pengaruh positif pada prioritas hidup saya. SEMANGAT BERBENAH!!! 
The Real Gemarian menjadi salah satu targetku setelah menyelesaikan proses mengikuti kegiatan Gemari Pratama. Apa sih "The Real Gemarian"?
The Real Gemarian ini kuambil dari istilah peserta Gemari Pratama yaitu Gemarian, di mana semua peserta mengikuti kegiatan ini dengan harapan yang sesuai dengan visi misi Gemari Pratama yaitu "menata diri, menata negeri"
Bukannya selama 31 tahun ini saya selalu berbenah ya? Berbenah diri dan berbenah rumah?
Jawabanku Iya, tapi belum dengan cara yang benar.
Untuk mencari proses dan cara yang benar, mari mulai dengan menjawab tugas 0 Gemari Pratama.

C-L-U-T-T-E-R
Dulu ketika saya ngekos, lantai kamar saya tidak pernah terlihat lantainya secara utuh hingga saya kesulitan untuk berjalan hingga ke tempat tidur. Kondisi seperti inilah yang saya defenisikan clutter. 
Lalu, saya mencoba untuk memperbaikinya namun karena saya hanya menyusunnya saja, sehingga kondisi ini akan berulang kembali. Perulangan kondisi ini layaknya sebuah siklus kehidupan dengan objek adalah barang menumpuk atau barang berserakan di lantai lagi dan lagi. 
Menghadapi hampir tiap hari lantai kamar yang penuh dengan barang maka ini menyebabkanku merasa kurang memiliki space di dalam kamar, dan berdampak pada ketidakefesienan saya dalam mengambil barang.

KONDISI RUMAH
Rumah saya terdiri dari dua lantai. Lantai pertama merupakan ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan dan dapur. Lantai kedua terdiri dari 3 kamar tidur, 1 kamar mandi, laundry room, dan gudang.
Bisa dikatakan rumah saya kecil sehingga banyak barang yang masih tidak pada tempatnya.

credit : www.canva.com

My busy day is not my productive day. If someone ask me what productive day is, I will describe that my activities in a day is well arranged. It is not only well arranged, but also well done. I schedule out my to-do lists everyday and there are not many skipped lists. Actually, I have been using bullet journal to set up my daily schedule to be more a productive person, but I have big problem with scrolling social media and other wasting activities. These activities make me wasting time in not good way and I don’t like it so much. So, I have found my strong why being a productive person. I want to be mindful person in all my day so that my 24 hours is very useful.

Being mindful person in all day is not easy, I must found my own habits and strategies to become a more productive person. I have an ideal figure as a productive person. She is Sri Mulyani, our current Minister of Finance. I have thought that her good career is caused by her time management. She is so inspiring me as a wife, a mom, and a worker. I say it, balance life, and I set balance life as my goal life.

I said I use bullet journal to schedule out my daily activities, but I haven’t been using it well. I know when my to-do lists in bullet journal is well done in enough time, I can achieve my goal life. Although, my schedule is listed, it must be flexible.  Beside that, I have some strategies that I read from some articles, like wake up early morning at 5 a.m, create morning routine (praying and workout), and start my priorities. I am new mom with my 4 months old baby, but I want to be active as wife, mom, worker, and social woman. Now, I am learning to manage my time in doing activites and taking rest.

Being active in all roles make me get much brain dump. Is it my time to take it slow? I don’t know, I have been learning about it. I hope I found it fast so that I can be more productive. The other challenge for me is my mobile phone. I have been addicted to scroll my social media. Keep away my mobile phone and keep silent or switch off mobile phone can be solutions. I have to solve my challenging to get my balance life. Keep fighting, Lusi, mamak Toba!!! 

Semoga ini benar ya sayang...
Kerinduan kita akan 2 tahun ini
Semoga kalau ke obgyn hasilnya emang positif, Sayang..

Begitulah isi whatsappku pagi itu ke suami.
Membuka aktivitas di hari itu tanggal 15 Juni 2020, aku memberanikan diri untuk melakukan testpack setelah aku merasa mensku datang sangat telat. Memang sih jadwal mensku dan jangka waktunya tidak teratur tiap bulan, sehingga aku terbiasa menunggu. Tapi, semenjak memakai aplikasi kalender menstruasi dengan menginput rentang waktu yang tidak teratur, biasanya sih jadwal menstruasi tidak melesat. Seharusnya aku mendapatkan mens diperkirakan tanggal 9 Juni 2020, dan pagi itu aku mengecek apakah ada darah yang keluar (walau aku berharap aku tidak mens di bulan tersebut). 

Pengalaman hampir dua tahun membuatku tidak ingin memupuk rasa harapku yang lebih. Biasanya aku tidak mengabari suami kalau mens telat karena sudah biasa, tapi di tanggal 13 Juni 2020 saat kami sedang melakukan video call (yang menjadi rutinitas LDM) aku bilang padanya kalau aku sudah telat hampir seminggu dan tidak berani test pack. 
Jawaban suami saat itu menurutku sangat berbeda dari biasanya, 
"Cobalah beli alatnya, apapun hasilnya yang penting kita tahu." 
Kira-kira seperti itulah yang disampaikan suami, dan esok harinya pun suami juga tanya apakah aku sudah melakukan test. 

Akhirnya aku memberanikan membeli 2 merk test pack. Jujur aku tidak tahu kapan terakhir kali aku pakai test pack. Pagi itu aku terbangun sekitar pukul 4 kurang karena mau buang air kecil, dan aku teringat untuk test pack. Walaupun dengan hati yang masih 50:50 untuk test, aku berhasil menampung urine. Sebelum mencelupkan alatnya, aku berdoa terlebih dahulu meminta keikhlasan untuk hasil test pagi itu. Jantungku rasanya ga karuan dan tanganku bergetar saat mencelupkan alat tersebut, tapi kali ini aku benar-benar memperhatikan air naik ke test pack tersebut hingga terbentuk dua garis merah. 

Ya, aku melihat dua garis merah tersebut. Jantungku semakin berdetak tak tentu karena perasaan takjub yang sulit tergambarkan. Sekali lagi aku test dengan menggunakan merk yang lain, dan benar.

Ternyata dua garis merah memang berada di test pack itu.

Masih jam 4 lewat dikit, walaupun melakukan video call ke suami pasti sia-sia, aku tetap video call dan memang tidak ada jawaban dari seberang pulau. Akhirnya aku WA saja menyampaikan kabar tersebut. Kabar bahagia bagi kami menjelang ulang tahun kedua pernikahan kami di tanggal 23 Juni 2020.

Begitulah awal mula saat bagaimana pertama kali mengetahui aku hamil. Tuhan selalu memberikan kado terindah-Nya pada waktu yang tepat. Saat kita telah berserah diri, saat itu Tuhan memberikan jawaban-Nya.

Semoga kehamilanku hingga proses persalinan nantinya berjalan dengan lancar dan mudah. 


Newer Posts Older Posts Home

ABOUT ME

Hello saya LUSI, seorang istri dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Memiliki segudang cita-cita, tapi ada satu cita-cita yang harus diwujudkan yaitu MENULIS.

Kalau mau mengenal dunia, MEMBACALAH
Kalau mau dikenal dunia,maka MENULISLAH
--Pramoedya Ananta Toer--

CONTACT ME

POPULAR POSTS

Advertisement

Blog Archive

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  April (1)
      • Diamnya Seorang Ibu
  • ►  2021 (6)
    • ►  November (4)
    • ►  June (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)

© 2021 NYONYA SITUMORANG | Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates